[Resume Materi] Menjalani Peran Istri: Suamiku, Bahagiakah engkau memiliki aku?

suamiku-bahagiakah-engkau-memiliki-aku

 

Dalam pernikahan, sebuah kebahagiaan merupakan tujuan mutlak yang dirumuskan oleh dua insan berbeda yang bersatu. Tepat di tanggal yang dipercaya oleh banyak orang sebagai hari kasih sayang ini (meski bagi saya, setiap hari adalah hari kasih sayang), bahasan ini saya pilih untuk menjadi bahan perenungan bersama. Semoga banyak manfaat yang dapat diambil yah. Aamiin.

Materi ini saya dapatkan dari sekolah daring yang sedang saya ikuti. Platform pembelajaran ini membantu kita para perempuan untuk bisa mendalami peran dan mengoptimalkan ikhtiar untuk menjalani peran kita dalam kehidupan. Sebelumnya saya ingin menginformasikan terlebih dahulu bahwa tulisan ini murni ringkasan dari pemahaman saya yang masih banyak kekurangannya. Jika dirasa ada kesalahan atau kekurangan, boleh melengkapi dengan berkomentar pada tulisan ini yaa.

Salah satu materi yang kami dapatkan di kelas, bertemakan tentang rumah tangga. Dimana dalam materi ini banyak ilmu yang didapat untuk menjalankan peran sebagai seorang istri. Seperti apa peran istri untuk menggapai ridho suami? Bagaimana caranya? Simak terus bacaan ini sampai akhir yaaa 😉

quote quran al furqan 74

 

Jadikan keberkahan sebagai tujuan utama pernikahan

Berkah merupakan Karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia (n)

Dalam buku Rumah Tangga Surga (RTS) yang ditulis oleh Teh Fufu dan Kang Canun, ada pembahasan mendalam mengenai 5 fase pernikahan, yaitu:

Fase Euphoria

Ini merupakan fase pertama dalam pernikahan. Ibaratnya kayak lagi nyanyiin lagu a whole new world aja gitu. 

I can show you the world. Shinning Simmering Splendid. Haha. 

Kalau Bahasa sekarang fase ini lagi bucin-bucinnya kali yaaa. 

Fase uwuw yang unyu-unyu banget deh pokoknya. ihiiiy

Fase Pain

Setelah setahun, dua tahun insan Bersatu, mulai deh tuh ketauan semua. Udah enggak ada lagi yang ditutupin. Enggak ada lagi yang namanya ja-im. Sebagai contoh, kita tau dia ngorok kalau tidur, dia tau kita sembarangan kalau naruh handuk abis mandi wkwkwk. Pokoknya tahapan ini kalau enggak dihadapin dengan ilmu bisa-bisa menoreh luka yang membahayakan kedepannya. Soalnya dalam fase ini kita tau persis SIFAT ASLI pasangan kita. Mulai dari yang bagus ampe yang jeleknya. 😃

Fase Struggle

Setelah mengetahui sifat pasangan yang asli, biasanya apa sih yang kita lakukan? Lanjut apa udahan aja? wadidaw. . .

Tuh kan gawat! makanya di fase pain tadi saya kasih kode, karena bisa bahaya nih kalau nikah enggak pake ilmu, hehe. Karena di fase ini bisa dikatakan fase rentan. Fase ini memerlukan perjuangan. Perjuangan untuk menerima perbedaan dan menyatukan kembali visi dan misi pernikahan. ❤

Fase Survive

Nah kalau udah berhasil memperjuangkan perbedaan terus gimana? Biasanya ada tuh tahapan dimana kita merasa kok gini-gini aja ya hubungannya. Bisa dikatakan FLAT aja gitu.

Wah ini juga kalau didiemin bisa gawat. Ini adalah fase dimana kita merasakan kita sudah berjuang. Tapi dengan versi masing-masing. Proses ini memerlukan deep talk dengan pasangan agar tetap bisa stay dalam koridor visi dan misi pernikahan.

Fase Bless

Ini adalah fase yang paling tinggi tingkatannya. Fase dimana kita sudah bisa merasakan kalau semakin mengenal pasangan, semakin bisa membuat kita mendekat pada Rabb kita. Masya Allah tabarokallah.

Dalam berumah tangga, tentu tidak semua jalan cerita memiliki nuansa romantis bak film drama korea, pasti ada aja masalah yang dihadapi. 

#hhmmpph, sebentar, pengen nyanyi jadinya…

Aku memang manusia biasa,

yang tak sempurna, dan kadang salah….

Namun dihatikuuu……ada 1…

okey cukup! back to the track! Hehe.

 

Yaaa, jangankan dalam berumah tangga ya! Sejak masih sendiri juga tak jarang kan kita seringkali menemukan masalah seperti saat berkumpul keluarga di acara lebaran ditanya kapan kawin? Lalu pas udah kawin ditanya udah hamil belon? Setelah dikasi anak 1 ditanya lagi kapan nambah anak? Gitu terus deh sampe aukapan. Ahahaha.

Omongan orang akan selalu ada. Pertanyaan akan selalu ada. Tapi apakah itu semua mampu men-drive kehidupan kita? Jawabannya tentu kita yang memilih dan menentukan.

 

 baca juga: Review Buku Menikahimu dengan Restu Ayah Ibu - karya Teh Fufu dan Kang Canun

 

Solusi untuk terus mencapai keberkahan pernikahan

Dalam materi ini, teh Fufu menyampaikan bahwa ada 3 tahapan metode yang dapat kita lakukan untuk bisa mencapainya. Apa saja?

Sering-sering Cleansing

Ini teh maksudnya skincare an buk? #eh bukan! Ini maksudnya membersihkan hati (istilah dalam islam biasa disebut dengan Tazkiyatun Nafs). Jadi cleansing ini merupakan sebuah metode untuk bisa membersihkan hati, metode dimana kita sudah bisa selesai dengan diri sendiri. 

Proses cleansing ini tidak hanya berarti kita sudah bisa mencintai diri kita sendiri, tapi juga kita sudah bisa berdamai dengan luka yang pernah menoreh batin. Baik dari orang tua (istilah jaman sekarang dikenal dengan toxic) ataupun pernah merasakan di-bully oleh orang lain.

Proses Cleansing ini memiliki 3 tahap, yaitu TERIMA, SYUKURI, MAAFKAN

Namun, sebelum menggunakan metode cleansing ini, teh Fufu menyarankan untuk memiliki 1 hal yang penting sekali dimiliki sebelum melaksanakan cleansing. Apa itu? AKUI.

Bagaimana proses cleansing dikatakan sudah berhasil? Apabila kita sedang mengingat hal tersebut, sudah tidak ada perasaan sakit atau luka lagi.

Merawat Cinta [Nurturing]

Ada 3 hal yang diperlukan dalam merawat cinta yaitu: Komitmen sebagai pasangan, Intimacy (memiliki keakraban dan kedekatan dengan pasangan) dan adanya Passion (gairah terhadap pasangan)

Saat merawat, mari ciptakan Waktu yang berkualitas dalam hidup kita. Hal ini kita kenal dengan nama Quality Time. Agar Quality Time bermakna, kita dapat membagi menjadi 3 kategori waktu yang berkualitas dalam hidup kita. Apa saja ya?

Me Time -> lakukan hal yang bermanfaat saat sedang menciptakan waktu berkualitas untuk diri sendiri. Seperti: menulis, muroja'ah, mendengarkan kajian, belajar, dsb. Alokasikan minimal 15 menit dalam 1 hari.

      Couple Time -> lakukan deep talk dengan pasangan saat sedang menciptakan waktu yang berkualitas bersamanya. Alokasikan minimal 15 menit setiap melakukan. Bisa dilakukan saat sedang pillow talk sebelum tidur atau saat pagi hari setelah bangun tidur.

      Family Time -> Berikan peran sebagai ibu dan ayah saat sedang melakukannya bersama anak-anak. Tunjukkan kasih sayang kita disana. Hadirkan diri ini sejenak. Alokasikan minimal 15 menit setiap harinya. 

     Merancang Tujuan Bersama untuk mencapai Keberkahan [Designing]

Hal ini dapat kita mulai dengan merumuskan dan menyepakati tujuan bersama dengan pasangan. Akan dibawa kemana kapal rumah tangga ini berlayar? Seperti analogi dalam membentuk sebuah perusahaan tentu visi, misi dan tujuan  merupakan hal yang mandatori. 

Setelah tujuan sudah disepakati, mari berbagi peran! Hal ini seperti kita sedang melakukan analisis pekerjaan (job analysis), mendeskripsikan pekerjaan (jobdesc ) dan juga menentukan indikator keberhasilan dalam menjalankan pekerjaan (KPI) untuk setiap posisi baik sebagai istri, ibu, suami, ayah maupun sebagai anak. 

Terakhir adalah sepakati aturan main, hal ini seperti menentukan strategi dalam mencapai KPI yang telah ditentukan. Jangan lupa setelahnya lakukan evaluasi secara berkala saat sedang “Couple Time” bersamanya.

Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia. (kata mutiara Ali Bin Abi Thalib)

 Azzamkan dalam diri kita dalam-dalam:

  • Jangan pernah bandingkan diri kita dengan orang lain. Karena setiap orang BEDA
  •  Fokus dan OPTIMALkan ikhtiar kita.
  •  Ingat bahwa Allah adalah tujuan kita. Letakkan harapan kita hanya kepada Allah saja, sebab berharap pada makhluk hanya akan membuat kita kecewa.

 

Tetap semangat Memperbaiki diri. Jangan pernah lelah memperjuangkan pernikahan. karena balasan Allah adalah JANNAH. (Fufu Elmart, 2021)

 

 Wah ternyata panjang juga ya jadinya ringkasan materinya😁. Terima kasih telah membaca sampai akhir. Teriring do'a semoga pernikahan kita Allah berkahi terus hingga ke Jannah-Nya. Dan bagi yang belum menemukan jodoh, segera Allah pertemukan dengan jodohNya. Aamiin.

Salam Hangat Ibun,

signing


 

22 komentar

  1. Aamiin, terima kasih pencerahannya. Makjleb, ternganga-nganga, bingung mau komen apa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin YRA. sama-sama mbak. semoga manfaat yah

      Hapus
  2. Mba ikut kelas daring nya dimanaa?? hehehe salah fokus ya aku iniih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihiii mau ikutan juga ya mbak. source linknya udah aku kasih di artikel mbak. namanya sekolah 7 perempuan..

      Hapus
  3. Jadi ingat awal-awal nikah kaget banget banyak hal yang mesti didiskusikan. Mungkin karena tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua yang berbeda, jadi ada nilai-nilai yang berbeda juga. Misal, aku dari kecil dibiasain gini sama kedua ortu, tapi kok suami nggak gini ya? Dan ternyata setelah otewe 6 tahun pernikahan, memang selalu ada aja perbedaan sudut pandang dll gitu sih. Tapi semoga selalu diberi pikiran yang terbuka satu sama lain ya, biar tetap harmonis. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak.. awal-awal pernikahan tuh bener-bener kebanyakan bucin aja isinya sih wkwkwk...

      semoga keluarga kita selalu diberikan ketentraman, kasih sayang, dan selalu diberkahi olehNya. aamiin

      Hapus
  4. MasyaAllah bisa jadi pembelajaran buat saya yang belum dijemput sama jodohnya ini, hihi. Tapi saya setuju banget kalau cinta juga perlu dirawat, dan pilihan mbak nya untuk me time sangat membuka pikiran saya mbak, me time ga perlu muluk-muluk ya, muroj'ah pun sudah me time yang paling bikin tenang, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat mbak. justru masa-masa penantian ini tepat banget buat diisi sama ilmu-ilmu pernikahan. semoga lekas bertemu jodohnya ya mbak :)

      Hapus
  5. Wah bagus banget materinya mbak, terima kasih sudah berbagi, bermanfaat banget..insya Allah akan diterapkan ya di dalam keluarga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, terima kasih mb deww, semoga manfaat :)

      Hapus
  6. Wah aku baca ini jadi dapet ilmu dan gambaran untuk nanti kalau udah nikah. Fase-fase itu emang kata mama ku pasti terlewati sih, yang penting mau saling menghargai dan mengerti. Semoga kelas dapat pasangan yang terbaik, amin.

    BalasHapus
  7. semangat mbakyuu... semoga lekas dipertemukan dengan jodoh terbaik yah :)

    BalasHapus
  8. Wah aku belum menikah haha.. blogpost yang besok bisa membantu banget ini hehe.. aku suka sama fase-fase yang diberikan disini, detail jadi semoga aja besok kalau sudah berumah tangga tidak kaget dan bisa cepat beradaptasi ya. Trims ya mbak Vivi 💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Makasih mbak

      semoga bermanfaat <3

      Hapus
  9. makasih udah nulis ini mbaa, aku yg belum nikah jadi tau fase2nyaa hehehe. aku setuju sama poin cleansing itu, sekarang sih masih proses yahh :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bismillah semangat mbak Dianii <3

      Proses cleansing ini emang harus terus dilakukan. Bahkan setelah nikahpun itu penting banget....

      Hapus
  10. Wah keren banget, mbak bahasannya. Kerasa lebih aplikatif aja gitu. Bismillah, buat nambah2 bekal kalau udah nikah 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bismillah, semoga Allah permudah bertemu dengan kekasih halalnya yaa Mbak Bening <3

      Hapus
  11. MasyaAllah... makasih mba aku memang lagi nyari materi ini^^

    BalasHapus
  12. Ya Allah, seperti diingatkan kembali untuk terus menjaga kehangatan cinta dalam rumah tangga agar lebih barokah.. Semoga sakinah mawadah warohmah, Aamiin..

    BalasHapus