Sekolah Tinggi cuman jadi IRT?

 

sekolah+tinggi+cuman+jadi+IRT

 

"Dikuliahin tinggi-tinggi cuman jadi Ibu Rumah Tangga." 

"Kasian banget sih sarjana S-1 cuman jadi babu di rumah, ngurusin sumur, dapur, kasur."

"Ibu udah sekolahin tinggi-tinggi kamu cuman jadi IRT. Tau gitu Ibu ga usah sekolahin dulu."


Hai, buibu yang baru saja memutuskan untuk menjadi Ibu penuh waktu di rumah. Pernah denger kata-kata seperti itu keluar ga dari mulut seseorang yang ditujukan kepada  kita para Ibu yang memutuskan untuk berkarya dari rumah?


Sounds Familiar.

Iya


Baru-baru ini saya bikin status seperti judul blog ini lalu dikomentari dengan positif oleh beberapa rekan kok.





Salah dua opini tersebut berasal dari Ibu yang masih bekerja dan Bapak yang punya jabatan tinggi di perusahaan tempat beliau bekerja (GM).

Jadi di era 2021 ini, rasanya kalau mendengar kata-kata keluar seperti itu, ingin balikin dengan bilang. Hello, ini 2021 masih aja mengucilkan seorang IRT deh. Liat itu orang-orang penggede yang dikata sukses menurut khalayak, banyak juga kok yang Ibunya cuman jadi Ibu Rumah Tangga (meski tidak bisa digeneralisir bahwa semua seperti itu ya). 

Tapi intinya, menjadi Ibu Rumah Tangga atau Ibu Bekerja, itu adalah sebuah keputusan individu. 

Kalau bicara jadi Ibu Rumah Tangga itu ga bisa sukses, yo salah besar.

Betapa banyak IRT yang berhasil meraup uang dari adsense sebagai seorang youtuber hanya dengan membagikan kegiatan sehari-harinya yang seolah-olah hanya melakukan kegiatan seputar berbenah, mandiin anak, main sama anak, masak, belanja, bikin budget, dsb.

Bahkan darisana mereka bisa saling bertukar informasi, berbagi tips menarik seputar pengelolaan waktu agar tidak jenuh dengan hal-hal yang cenderung bersifat monoton di rumah.

Lagipula, balik lagi ke definisi kesuksesan seseorang. Sukses menurut kamu belum tentu sama menurut aku. Tapi, satu hal yang bisa kita lihat dari tujuan hidup seorang hamba. (QS. Adz- Dzariyat:56)



Jadi gelar bukan sekedar tujuan hidup untuk bisa bekerja, tapi tujuan hidup sesungguhnya adalah beribadah. Kalau kita saat ini berada di fase bekerja, semoga bekerjanya kita dapat bernilai ibadah. Kalau kita memutuskan untuk jadi Ibu Rumah Tangga, semoga segala aktivitas yang kita lakukan di rumah juga bernilai ibadah dan dapat meraih pahala hingga bisa ditukarkan menjadi tiket menuju jannah, aamiin YRA


dah. segitu aja dulu,

Terima kasih udah baca sampai bawah ya :)

catatan: postingan ini dibuat bukan untuk mendebatkan profesi sebagai Ibu Rumah Tangga atau Ibu Bekerja. Apapun profesi kita, semoga bernilai pahala dimata Allah SWT dengan menjalankan sebaik-baiknya taat kepadaNya. 


Salam penuh cinta,



[Resume Materi] Menjalani Peran Istri: Suamiku, Bahagiakah engkau memiliki aku?

suamiku-bahagiakah-engkau-memiliki-aku

 

Dalam pernikahan, sebuah kebahagiaan merupakan tujuan mutlak yang dirumuskan oleh dua insan berbeda yang bersatu. Tepat di tanggal yang dipercaya oleh banyak orang sebagai hari kasih sayang ini (meski bagi saya, setiap hari adalah hari kasih sayang), bahasan ini saya pilih untuk menjadi bahan perenungan bersama. Semoga banyak manfaat yang dapat diambil yah. Aamiin.