Ulasan Boardbook Islami Anak dari Sakeena, Sabarku Hari ini

Membacakan nyaring pada anak merupakan sebuah upaya orangtua dalam melejitkan kecerdasan anak. Membaca juga merupakan kegiatan yang melibatkan unsur auditif dan visual (Bromley, 2009). Pertengahan tahun 2020 ini, saya mengisi waktu libur lebaran dengan mengikuti kegiatan pelatihan membacakan nyaring pada anak. Dalam pelatihan tersebut diinformasikan bahwa kemampuan membaca dimulai ketika anak sedang memegang atau membolak-balikkan buku.

Baca artikel pertama saya mengenai membacakan nyaring disini.

Sejak selesai mengikuti kegiatan pelatihan tersebut, saya mencoba konsisten dalam mengaplikasikannya kepada anak saya. Setidaknya dalam satu hari minimal saya targetkan untuk membacakan nyaring satu buku kepada anak saya. Jujur, pada waktu itu saya hanya memiliki 1-2 buah buku saja. Dan setiap hari saya selalu mengulang membacakan buku yang sama. 

Dalam postingan kali ini, saya ingin mengulas isi buku, alur cerita dan ilustrasi dari salah satu buku yang berjudul “Sabarku Hari Ini”.


Preview Buku Sabarku Hari ini
Source: koleksi pribadi


Usia: usia 1-5 tahun
Jenis: Boardbook
Ukuran: 17,5 x 17,5 cm (ujung rounded)
Berat : 2000 gram (4 Buku)
Halaman: @ 24 halaman
Cover: Board, laminasi gloss
Isi Buku: Boardbook Ivory dilaminasi

Alur Cerita

" Ya Allah aku bersabar hari ini" …

Buku ini menggunakan kalimat pengulangan dalam setiap alur ceritanya, dengan harapan agar balita lebih memahami isi buku. Menurut saya ini sejalan dengan salah satu fakta membaca yang ada dalam buku “The Read Aloud Handbook” karya Jim Trelease dimana membaca itu diibaratkan seperti berkendara. Semakin sering Anda melakukannya maka Anda akan semakin lancar. 

Selain itu, penulis memiliki tujuan yang begitu mulia dalam penulisan buku ini, karena mereka ingin membantu orangtua mengenalkan konsep sabar dan syukur sebagai Basic Barakah Life Skill. Dimana tujuan hidup ini adalah menggapai keberkahan.

Ada penelitian yang pertama kali ditemukan oleh Brickman Campbell (1971) mengenai hedonic treadmill. Singkat penjelasannya seperti ini: Misal kita memiliki keinginan untuk membeli rumah senilai 1M, dengan hasil jerih payah akhirnya bisa membeli rumah tersebut. Setelah punya apakah bahagia? Iya bahagia, tapi mungkin hanya bertahan 3 bulan saja.  Lantas setelah 3 bulan, mungkin kita memiliki keinginan lain untuk membeli villa di atas gunung dengan view indah. 

Ketika dikejar siang malam, akhirnya bisa terbeli villa. Bahagia? Pasti. Namun mungkin saja kebahagiaan itu hanya bertahan 3 bulan  dan boleh jadi setelahnya kita menjadi tidak puas dengan apa yang sudah didapatkan dan selalu memiliki keinginan yang lebih dan lebih lagi. Begitu seterusnya. Seperti itulah perumpamaan hedonic treadmill ini. 

Hedonic treadmill merupakan gambaran dari banyaknya orang yang tidak tahu sebenarnya apa sih yang kita kejar di dunia? Kebahagiaan? Kesuksesan? Atau Apa?

Dan ternyata jawabannya adalah …” Keberkahan”

Buku sabarku bysakeena
 
Isi dan Ilustrasi

Buku ini menceritakan serangkaian aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari melepas Ayah berangkat kerja, saat sedang belajar, bermain hingga saat Ayah sudah kembali ke rumah. Tentu saja dikemas menggunakan Bahasa ringan yang amat mudah dipahami oleh balita. Karena balita tidak mudah menangkap dan memahami Bahasa yang abstrak, penulis lebih memilih menggunakan alur cerita tersebut untuk memudahkan pemahaman. 

Buku ini juga membantu orang tua untuk mengenalkan konsep manajemen emosi pada balita serta bagaimana mengelola perasaan. Khususnya, dalam pengenalan konsep Sabar dan Syukur. Karena buku ini termasuk salah 1 buku yang dikemas dalam paket dualbook yakni Duo Sabar Syukur (DSS). Ilustrasi yang digunakan juga sangat menarik, penuh warna-warni dan menggunakan peran tokoh “Aku”, sehingga saat membacakannya pada anak, mereka lebih mudah menangkap.

Kesimpulan

Menurut saya, buku ini sangat cocok dimiliki oleh para orangtua yang ingin mengenalkan konsep Sabar dan Syukur pada anaknya. Buku ini mempermudah orangtua, karena kita hanya tinggal membacakan saja kepada anak tanpa perlu “merangkai kata” untuk menjelaskan. 

Eiits, tapi sebaiknya sebelum membacakan buku pada anak, kita harus paham dan mengerti betul isi buku ya. Jangan sampai saat membacakan nyaring, kita tiba-tiba saja terpaku diam karena membutuhkan waktu untuk memahami isi buku. 😊

Oh iya, temanibun bisa beli buku ini disini yaaa 😉
Semoga ulasan ini bermanfaat.

Salam Hangat ibun,

signature vivizulfiana


7 komentar

  1. Hedonic treadmill berbahaya utk pasangan muda yang baru menapaki karir ya moms

    BalasHapus
  2. readaloud gini tuh harus jago ekspresi juga ya, mbak. bisa beda-beda suara gitu, hehehe. duh ini kayaknya harus belajar banget deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo aku sih lebih mainin intonasi aja mbak hehehe,
      agak susah beda-bedain suara soalnya dasar suara aku udah cempreng :))

      ayooo semangat mbak hehee

      Hapus
  3. Jadi kangen waktu anak-anak suka didongengin sekarang lebih suka baca sendirii...

    BalasHapus
  4. Aku punya buku ini.... Haura suka banget minta d bacain buku ini :)

    BalasHapus
  5. aku belum jadi bunda dan belum punya anak tapi boleh juga buku dengan topik sabar dibacakan ke anakku nanti biar ikutan belajar sabar jugaa <3

    BalasHapus