[Review Buku] : Menikahimu dengan restu ayah - ibu

Sebelum menjadi bidadari untukmu, sebelum menjadi bidadari untuk anak-anak kita yang lucu, izinkan aku mendapat sepenuh restu sepasang bidadariku, dan kau pun dapatkan sepenuh restu sepasang bidadarimu - Fufu & Canun.
  
Entah mengapa, quotes tersebut mampu membuat hati saya terenyuh hingga terasa ada yang bergetar bagaikan sedang jatuh cinta. *agak lebay ya, hehe* ya.
Bicara tentang restu, tentu bukanlah hal yang main-main. ini perkara kesuksesan hidup seorang anak kemudian hari, dimana restu dan ridho dari orangtua nya mampu menerangi setiap langkah dan memudahkan setiap rintangan hidup yang dihadapinya. Sebaliknya, tanpa restu dan ridho dari orangtua, tentu hidup akan terasa sulit dan bahkan jauh dari yang namanya kesuksesan. Naudzubillah! Dalam postingan kali ini saya akan membahas buku yang pernah saya baca yang membahas betapa pentingnya restu dan ridho dari kedua orangtua. tentu restu dan ridho dalam artian sebenarnya ya. sebab dalam bagian buku tersebut, ada hal yang dibahas mengenai orang tua yang seolah memberikan restu dan ridho, akan tetapi dalam hatinya belum sepenuhnya turun restu dan ridho tsb.

Buku ini spesifik membahas hal-hal yang berkorelasi dengan restu dan ridho orang tua dalam mempersiapkan sebuah pernikahan. Ya. karena menikah tentu bukan karena alasan ingin melampiaskan nafsu belaka saja, bukan hanya sehari-dua hari- akan tetapi seumur hidup, hingga Yang Maha Kuasa menjemput salah satu dari sepasang suami-istri tsb. Menikah juga bukan perihal kebahagiaan di dunia saja, akan tetapi visi pernikahan utama dan yang pertama ialah membangun kebahagiaan hingga masuk ke jannah-Nya kelak. Aamiin.

Materi yang dibahas mengenai teknik dan cara mendapatkan restu yang sebenarnya dijelaskan secara detail dalam buku ini. Bahkan tak sedikit penulis kang @canun dan teh @fufuelmart menyelipkan kisah yang terinspirasi dari kisah nyata dan dituangkan sebagai pelajaran yang berharga bagi para pembacanya. Tiga metode praktis yang dilahirkan oleh romantic couple yakni cleansing, understanding dan communicating merupakan salah satu hal yang menjadi favorit saya dan sangat mudah untuk di praktikkan. tidak hanya dalam urusan yang berkaitan dengan tema buku ini, tapi juga untuk menghadapi masalah yang mungkin sedang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, penggunaan kata, ilustrasi, design dan gambar yang dipilih memudahkan saya untuk mencerna maksud dan tujuan dari diterbitkannya buku tersebut. Kata-kata yang membuat saya terenyuh pada saat membaca pengantar dan cara benar menggunakan buku ini :

Bukan kebetulan buku ini ada di tangan Anda, entah karena diberi oleh teman, dipinjami teman, dipaksa teman untuk membacanya, asal membeli di toko buku, atau alasan-alasan lainnya, Insya Allah ada maksud baik dari Allah menghadirkan buku ini ke tangan Anda. terimalah dulu bahwa Allah ingin menyampaikan sesuatu kepada Anda melalui buku ini. Ada kesan, hikmah dan kesenangan tersendiri bagi saya setelah selesai membaca buku ini. dan saya rekomendasikan teman-teman untuk membaca-nya. Insya Allah manfaat! :)


Regards,



Tidak ada komentar

Posting Komentar